Senin, 04 Juli 2011

{ SWEET LOVE STORY }




ONE SHORT

CAST JUST

MINSUN

mobil kami terus melaju menembus kabut putih yg menutupi jalanan sore itu..
pohon” cemara berbaris disepanjang jalan seolah mnyambut kedatangan kami berdua…
daun” nya melambai indah tatkala tertiup angin & udara diluar sana sangat dingin menusuk tulang,
aku tidak sadar kalo pria yg disebelahku sudah lama mmperhatikanku yg sedang asik
terlena menikmati keindahan suasana alam yg indah disepanjang jalan yg kami lewati…

semenit kemudian aku baru tersadar saat dia menarik tubuhku merapat padanya,
dia merangkulku dengan sebelah tangannya sedang tangan yg lain tatap memainkan setirnya,

sayang…sebenarnya kita mau kmn sich??? tanyaku’

akh…. nanti juga km tau, aku yakin km pasti suka’ dia tersenyum kecil,

lalu dia mngecup keningku mesra, dan aku tak mampu brkata apa” lagi,
dia seperti menikmati saat” itu, sorot matanya mengatakan dia senang mmbuatku penasaran”
dan dia sama sekali tak memperdulikan hatiku yg masih bertanya-tanya…

kemudian aku membenamkan kepalaku kedalam pelukannya lebih dalam…
aku bisa merasakan degup jantungnya dan itu membuatku merasa nyaman…

sesaat kemudian mobil kami berhenti disebuah villa yg berada diatas bukit…

kabut gelap mnyelimuti pekarangan villa sore itu….’

lalu aku turun dari mobil, angin dingin menyambutku mesra
berhembus menyibak rambutku yg panjang dan tergerai indah,
aku mencium harumnya udara pegunungan yg sangat sejuk dan lembab…
aku masih terlena dgn pemandangan indah itu,

walau perjalanan yg kami tempuh lumayan jauh, tapi rasa lelah itu mndadak hilang,
setelah melihat nuansa keindahan pegunungan itu seakan-akan membiusku dan rasanya seperti mimpi

tidak lama kemudian muncul seorang haroboji yang kurasa penjaga villa itu,
villa bambu yang mungiL , tapi bentuknya sangat indah dan menawan,

haruboji itu mnghapiri kami & dia menyapa kami dengan sangat sopan & ramah,

Annyeong haseyo doronim… sapanya sambil membungkukkan badanya sedikt

Ne… annyeong sapa balik Minho

haroboji itu lalu membukakan pintu villa
sambil memabawakan tas dan belanjaan yg ada dimobiL,
lalu Minho menggandeng tanganku, sambil berjalan masuk kedalam rumah bambu itu….

sesampainya didalam villa karna kekagumanku bertambah saat didlam villa
sampai tidak mersa aku melepaskan genggaman tangan Minho,

aku berjalan sendiri sekedar ingin melihat-lihat suasana didalam villa bambu yg mungil itu,
villa ini sangat nyaman dan bisa membuat orang betah berlama-lama tinggal disini,
kemudian aku brjalan menuju ruang tengah aku meletakan tas tangan ku diatas meja kayu yg ada dsana,

kulanjutkan berjalan lagi mataku melusuri seisi ruangan dalam villa itu dan aku melihat
beberapa lukisan kuno terpampang dibeberapa dinding ruangan & disudut” villa nya
banyak hiasan unik yg menambah keindahan dan keromantisan villa bambu itu,

karna aku tengah asik melihat-lihat seisi villa aku sampai lupa dimana Minho??
Akh…. mungkin Minho sedang mengurusi barang” dan koper nya yg tadi dibwakan oleh haroboji itu, pikirku’

lalu aku berjalan kebelakang villa, aku melihat ada gazebo mungiL nan indah disana,
beberapa air pancuran kecil yang sengaja dibuat untuk mngisi kolam ikan terus mngalir
dan suaranya bergemericik sangat merdu, sungguh aku tak pernah menduga
Minho membwaku ke tempat yang sangat indah & romantis ini, pikirku


dia membawaku ketempat yg belum pernah aku lihat sebelumnya,
semuanya seperti dalam negri dongeng,

kulihat ada jembatan kecil yg mnyambungkan antara taman dan villa,
karna dibawah jembatan terdapat ada kolam ikan & bunga” teratai yg mngelilinginya,
beberapa pohon pinuz, cemara & bunga” yg kulihat bertebaran disekeliling villa menambah keromantisan tempat itu,

aku ingin melemaskan tubuhku sejenak bersandar pada bantal” kecil yg ada digazebo,
sudah lima menit berlalu, aku masih bersandar, kulihat jam tanganku wktu menunjukan pukul 05:15,
hari sudah mulai sore kabut tipis berwarna putih sudah semakin tebal,

akh….. kenapa aku jadi mengantuk ,,

sesaat aku rileks lalu mataku terpejam rasanya nyaman sekali udaranya pun sangat sejuk,
aku tepis rasa ngantuk itu aku ingin menikmati hawa pegunungan yg begitu harum dan mmbuat pikiranku tenang,
aku mncoba membuka mataku perlahan dan betapa kagetnya aku, Minho sudah ada dihadapanku
bahkan wajahnya cuma berjarak beberapa cm saja dari wajahku

huuuft… hampir saja…lirihku

jantungku mau cuput rasanya, dan yang mmbuat aku kesal Minho hanya tertawa geli menyaksikan aku,
yang terlihat seperti orang kebingungan, aku pukul dadanya yang tegap itu

tapi…. dia malah mendekap erat tubuhku,

aku kaget atas perlakuan Minho yang secara tiba’ memelukku
aku berusaha keras supaya melepas pelukakannya
namun semakin lama pelukannya semakin kuat, percuma aku mngeluarkan seluruh tenaga
untuk lepas dari pelukannya karna genggaman tanganya yang kokoh tak mungkin aku bisa melepasnya,
sesaat kemudian Minho menatap lekat” kedalam mataku tatapannya begitu lembut,

“ lembut sekali…

deg….jantungku berdegup lebih cepat , ingin kucoba menutupinya karna aku takut Minho
tau kalo wajahku sudah berubah ,

aku menundukan kepalaku mencoba bersembunyi dari tatapan matanya yang dapat mnelusuri hatiku,
hanya sesaat setenang air mengalir Minho mngangkat daguku,

lalu dia mngecup bibirku mesra…belum hilang ketekejutanku karna Minho tiba” memelukku tadi, kini keterkejutannku semakin menjadi, karna Minho menciumku dengan tiba .aku hanya terdiam, karna masih shock ,

namun beberpa detik kemudian

aku pun ikut hanyut dalam ciumannya & membalas ciumannya
Bunga” ditaman seakan cemburu melihat kami, burung merpati mngintip diatas sarangnya
asik mlihat dua sejoli yang sedang memadu kasih dalam balutan kabut cinta…

kami terbuai oleh keindahan suasana sore itu dinginnya udara pegunungan yang menusuk tulang,
mmbuat pelukan kami semakin erat,

akh… harum nafasnya, hangat peluknya, membuatku semakin tak berdaya…
entah berapa lama kami berpelukan & masih dengan ciuman kami.

hari sudah mulai gelap, semilir angin surga seakan menyambut malam yang hadir syahdu…
lembut kusentuh wajah Minho, sendu kutatap senyummu, khayalku melapaui batasku
dan anganku melampaui sadarku… nyatakah kamu??? Bisikku dalam hati

aku tak menolak ketika Minho dengan lembut menggendongku masuk kedalam villa bambu yg mungil itu,

hayo…. Mau ngapain masuk kedalam…?
Kita lihat sama” yo.. mereka ngapain, heheheh…


dia membawaku masuk kedalam karna udara diluar sangat dingin…
dia mmperlakukan aku bagai seorang putri raja ketika berada didekatnya, dia slalu memanjakanku, bahkan nada suaranya pun terdengar sangat lembut saat berbicara denganku .

Minho membawaku masuk kesebuah kamar lalu dia merebahkan tubuhku diatas tempt tidur mungiL , diruangan itu
kamar itu hanya diterangi oleh lilin” kecil sehingga sinarnya terlihat temaram, menambah suasana sangat romantis.

Minho menatapku sekali lagi

“ lalu…

semenit kmudian dia mngecup keningku, mataku, hidungku, daguku, lalu berakhir di bibirku
aku seakan hanyut dalam ciuman Minho aku pun memblas ciumannya,

ciuman yang lembut namun tidak mengurangi gairah kami berdua
kami benar” terbuai dalam suasana & nafsu kami yg sudah hampir meledak

dan saat Minho menyelinap tangannya kedalam pakaianku, entah kenapa saat itu kesadaranku datang .
dan aku memetahkan ciuman kami & memalingkan wajahku

aku bangun dan duduk aku mendorong tubuh Minho yang berada di atasku agak kasar,
dia terjatuh dilantai namun ia tidak terlihat marah atau kesal, dia hanya terlihat kaget & heran atas perlakuanku,

minho menatapku masih di posisinya,

dia bangun lalu duduk disamping tempat tidur itu memeluk tubuhku sambil mendekatkan kepalaku kedadanya,

Miane bab , jika sikapku tadi kasar & telah menyakiti hatimu ‘ucap Minho lembut

Bukan seperti itu minho..aa…

tadi aku seperti mendengar suara omma memanggilku.

Hyesun…aa seperti itu

Ya… rasanya begitu jelas, suara omma di pendengaraku ini

dan aku tak bisa berkata apa” lagi. Aku hanya bisa terdiam,sedikit aliran hangat di pipiku
mulai tumpah. Aku menangis, benar” menangis. Lidahku kelu.
hanya air mata yg terus mengalir deras, sesenggukan aku menangis dalam pelukakan minho,
Aku terus menangis.

Minho…aa, taukah kamu, aku tak perduli pada sebuah cinta yang semestinya.
seperti apa cinta yang seharusnya itu? Apakah kata” manis?
Apakah pemberian materi?
Apakah sebuket bunga?
Apakah dan apakah itu?

berapa banyak orang yg mengerti tentang arti cinta yang sebenarnya?
dan bagaimana cinta yang semestinya itu Minho..aa ?

apakah seks??!! Tanyaku

Tidak, bab. Bukan itu yang kumau.

Tadi aku hanya terbawa suasana & nafsu sesaat , tapi… untungnya kita sudah menyadarinya

Cheongmal miane Bab….!

Yang aku mau cintamu saja. Aku mau cintamu walau tak seindah seperti yang semestinya.
Bagiku cintamu sudah cukup membuat aku bernyawa.

Aku beritahu satu hal, aku hnya butuh dirimu, hatimu,kasih sayangmu & kesetiaan. Sebab bila aku telah mempunyai cintamu seutuhnya, aku tidak khawatir lagi. karna Kamu pasti milikku seutuhnya. ‘ucap Minho’

Dan kata”nya mnyejukan hatiku’

ini belum terlambat bagi kami tersadar bahwa cinta bukanlah hanya nafsu, kata manis & sentuhan lembut dari masing” pasangan.

tapi Lebih dari itu, cinta adalah anugerah yg begitu agung & suci yg harus kita jaga kemurniannya .
sampai waktu itu tiba dimana kita bisa melakukannya tanpa keraguan lagi.

“ walaupun….

memag cinta itu butuh pengorbanan. karna jika kita mncintai seseorang maka kita harus rela berkorban.
selama ini Minho mencintai & memperlakukan aku dengan gayanya sendiri,

“ tidak ada aturan,

" namun…

sangatlah indah & melekat dengan kuat. Setidaknya dalam lamunanku & tiap hariku,
aku selalu mengaguminya yang kunilai berbeda
dari lelaki kebanyakan.

dia jarang memberiku kata” manis dan puitis, namun sekalinya itu terjadi,
dia mampu membuat ku berhenti bernafas sesaat.

akh… Minho kamu memang lelaki yang aneh sering mmbuat kejutan yang diluar dugaanku
kau senang membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. mungkin inilah yg dinamkan cinta’

sesaat ruangan itu hening ,sunyi & senyap hanya nada sesenggukan yg samar”
masih terdengar dari mulutku, dan kami masih saling berpelukan

tapi... Tiba” dari luar terdengar suara haroboji tadi. memanggil,

doronim,,, ‘haroboji memanggil Minho dari teras depan villa bambu itu’

ne… .. chankaman” ucap Minho sdikit berteriak kearah pintu’

bab... sebentar yakh… haroboji memanggilku’ kamu jangan nangis lagi aku kan malu
klo haroboji dengar/melihatmu nanti dia kira aku cubitin kamu sampai nangis
ucap Minho sambil tertawa kecil’

lalu dia mngecup keningku, sambil berlalu…

aku hanya tersnyum memblas perlakuannya tadi

setelah kepergian minho aku rebahkan tubuhku karna mersa sedikit lelah & ngantuk
beberpa detik kemudian aku pun tertidur….

kulihat waktu menunjukan pukuL 07;00 malam.aku agak kaget karna tidur lumayan kemalaman,
lalu aku beringsut bangun dari tempt tidur aku pergi kekemar mandi untuk mencuci muka,
stelah aku merapikan baju dan menyisir rambutku, aku sdikit tenang lalu aku brjalan keteras depan.

aku lihat Minho dan haroboji itu sedang membakar ikan’ sangat harumnya menggoda selera’

kenapa habis nangis aku jadi lapar begini yach? Akh… apa hubunganya pikirku’

lapar ya lapar nangis ya nangis ‘ aku jdi tersenyum sendiri sambil memperhatikan Minho yg tengah asik
mengipasi ikan yang sedang dibakarnya, sedangkan haroboji sedangg menyalakan api unggun
dengan membakar beberapa batang kayu agar udara disekitar villa tidak terasa terlalu dingin…’

dan aku pun menyusul Minho & ikut membantu menyiapkan piring & gelas untuk makan malam
juga beberapa batang lilin diatas meja makan,
agar suasana terasa romantis,

tapi…tiba” hp ku berdering

aku lihat dilayar hapeku ‘ MY MOM CALL’ aku tidak tau harus bilang apa aku bingung’
aku janji sama omma tidak pulang terlalu malam walaupun besok hari minggu dan tidak ada acara/kuliah
tapi itu bukan berarti aku boleh tidur diluar rumah.

orangtuaku sangat ketat, apa lagi appa dia sangat tegas ,

mungkin karna aku anak tunggal jadinya mereka sangat ketat dalam pengawasan pergaulanku

kemana aku pergi, dengan siapa, pulang jam berapa semuanya harus jelas.
Baru dapat ijin dari appa .

mungkin mreka takut aku salah jalan & akhirnya mreka juga yg repot’

‘ yebseyo… sapaku

‘ hyesun…aa kamu dimana nak, kenapa jam segini belum pulang??? ’suara omma terdengar sedikit khawatir’

‘ miane… omma hyesun mungkin pulangnya agak malem nich, soalnya aku ada acara makan” sama teman dulu,
terus tadi sore jalanan juga macet total jdi aku tidak bisa pulang cepat, jelas hyesun sama ommanya

omma…., appa marah tidak kalo aku terlambat pulang??tanayku ragu

‘appa sudah tau kamu pergi sama Minho jadi dia tidak terlalu khawatir karna appa tau
Minho anaknya baik’ jadi dia pasti menjagai kamu & mengantar kamu dengan selamt
“ jawab omma hyesun..

ya sudah ingat pesan omma jaga diri kamu baik” ya sayang’

‘iyach berez

Gomawo, omma baik dech mmmmuuach..udah dulu ya mah bye’

Aku mengakhiri pebincanganku’ hatiku sedikit lega karna tidak bakal kena marah sama appa’

aku bersender pada jendela yg mnghadap kesamping villa’ sambil melihat bulan tanpa bintang yang
brsembunyi dibalik awan selewat kudengar suara burung hantu dan suara kodok dari kolam teratai’
agak merinding bulu kudukku mendengarnya walaupun tidak jelas’

akh… kutepis rasa itu’ dan tiba”

Bab…. kamu ngobrol sm siapa tadi?? Lagi” Minho mengagetkanku’

uhhf…sayang kebiasaan dech bikin aku kaget ’ ucapku’ sembil mengelus dada’
miane ’ aku kan tidak tau kalo kamu kagetan orangnya’ yang aku taunya kamu itu penakut
ucap Minho sambil tersenyum’

sayamh pulang yuks….

Tadi omma telpon katanya kita harus sampe rumah sebulum jam 12 malem’
kalau tidak pulang sekarang habislah riwayat kita, karna tidak akan ada ijin lagi dari appa
untuk pergi tamasya berdua’ ucapku’

iya… tapi kita makan dulu yakh…! Kasian haroboji sudah cape” bakar ikan buat kita’

ehmm… sahutku

kacha... minho menggenggam tanganku membwaku ke meja makan yang
sudah siap dengan hidangan ikan bakar tadi.

tidak lupa sebotol anggur menemani makam malam kami yang romantis ini.

di tengah kami asik menikmati hidangan

tiba" aku teringat sesuatu yang mungkin sudah dari tadi siang membuatku penasaran
untuk menanyakannya.

sayang boleh aku bertanya sesuatu..?

tentu saja... sejak kapan aku melarang kamu bertanya" sahut Minho sambil tersnyum

sayang... sebenarnya ini villa siapa sich??? Dan haroboji itu siapa?? tanyaku’

oh... jadi ini pertanyaanya..? aku kira kamu bakal menanyakan kapan kita menikah,
canda minho....

Ge'er banget kamu " sahutku

ini villanya ajusshi dongseng appa,

dulu sich… waktu villa ini baru dibangun keluarga kami sering sekali menginap disini,

tapi… mungkin karna keseringan kemari lama” mereka bosan juga,

dan sekarag karna ajusshi & keluarga semuanya pada sibuk
dan banyak juga yang sudah pindah keluar negri & tinggal disna jadi jarang meraka kesini,

Cuma seskali aja mereka kesini itu pun kalo ada acara keluarga ,

villa ini dijaga sama haroboji dan istrinya dia tinggal di sebrang villa

tuch… rumahnya keliatan dari sini’
Minho menunjuk ke sebuah rumah kecil dibawah rumpun bambu yg agak jauh disebrang villa’

Haroboji kerja disini sudah puluhan tahun bisa di bilang kepercayan keluarga juga buat mengurus villa ini.

“ dia masih punya lima anak yang luamyan masih perlu banyak biaya,

kamu kenalan sendiri deh, kalo mau tahu lebih detail lagi’
Minho tersenyum nakal sambil mengerlingkan matanya’

Ichhh….. sayang ko ketus gitu sech ngomongnya’ aku pura2 kesal smbil mencubit perutnya’
bangun dari tempat dudukku

" lalu...

aw… please bab jangan geli nih,,,,!

km kan tau aku paling tidak kuat kalau dikelitikin’ dia memelas”
sejam kemudian setelah makan malam selesai’ aku ber siap” untuk pulang’


aku lihat Minho memberikan beberapa lembar uang pada haroboji itu’
kasian sekali haroboji itu di usianya yang sudah tua itu dia msih harus bekerja keras’
anaknya pun masih kecil” yg butuh banyak biaya,

kadang aku berpikir hidup ini memang kejam kadang tak adiL,
orang yang sudah kaya malah di beri kekeyaan lagi.

tapi... sebaliknya orang yang miski/hidup mereka yang susah & pas"an
malah di beri begitu banyak cubaan hidup


andwee… kenapa aku punya pikiran seperti itu ?
tuhan pasti punya rencana lain di balik semua itu

oh… tuhan miane atas pikiraku tadi

tapi…. kadang orang kaya lebih banyak mengeluh daripada bersykur

tidak seperti mereka yg hidup seadanya
lebih mensyukuri apa yg telah diberikan Tuhan kepada umatnya’.

Minho & aku masuk ke mobil kami pun mulai meninggal villa itu yang penuh dengan kenangan
walau pun Cuma kunjungan singkat.

Mobil kami semakin jauh pergi meninggalkan villa membelah dinginnya malam
meninggalkan kota nan indah yg penuh dgn kenangan.

___ THE END ___

IDE DATANG WAKTU AKU BERKUNJUNG DI SEBUAH RUMAH UNIK
MILIK TEMANKU.

MIANE KALO MEMBOSANKAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar