Senin, 04 Juli 2011
-->
ONE SHORT
CAST
Lee MinHo
Go Hye Sun
Lee Min Joeng
Gerimis malam itu masih saja belum reda. Aku tetap saja menanti mendaratnya penerbangan , menunggu kepulangan Minho yang selalu kunantikan
suara lembutnya.Jujur aku sangat rindu padanya dan rindu itu kurasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini kami terpisah jarak.
Minho berkuliah di seoul sedangkan aku sendiri masih betah meneruskan kuliahku di tempat kelahiranku yaitu Busan
akhirnya penerbangan yang ku tunggu sudah mendarat dan penumpang berhuyung-huyung keluar dari pintu. Mataku sibuk mencari Minho
diantara kerumunan orang berlalu-lalang.
Namun sayang tak kudapati Minho di sana
Janjinya untuk datang menemuiku kurasa hanya janji belaka. Kesetiaanku menunggunya di bandara selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin kurasa udara siang itu, tapi hatikulah yang lebih merasakan dingin. Mimpiku yang saat itu akan kurasakan pelukan hangat Minho serasa melayang jauh .
Aku masih saja berdiri termangu. Mataku sudah basah akan air mata, menahan gejola hatiku yang kian membara.
“hai…lama ya nunggu aku” ucap seseorang lembut.
Aku berbalik arah. Mataku melotot terkejut melihat Minho telah berdiri di depanku seraya nyunggingin senyum manisnya. Aku hanya tersenyum haru dan semenit kemudian aku segera merangkul Minho, melepaskan kerindukanku padanya selama ini.
“kamu membuatku hampir menangis Minho,,aa” ucapku di sela isakan tangisku.
“bukan hampir tapi memang sudah kan?” canda Minho.
Aku memukul kecil dada Minho. Merasa haru sekaligus bahagia.
Minho hanya tertawa kecil dan mendekapku erat.
“kita pulang sekarang ya..” ajak Minho.
Aku termangu sesaat. Kecupan lembut yang begitu kurindukan tak kudapati saat itu. Sikap Minho yang selau kaku tetap kudapati
meski telah satu tahun kami terpisah pada jarak.
Jujur Minho bukanlah tipe cowok romantis. Minho adalah cowok tegas dan bijaksana yang tak pernah memberiku belaian lembut kecuali dengan canda dan leluconnya.
Namun begitu aku selalu sayang dan cinta .
Aku sendiri yakin bahwa Minho juga mencintaiku.
Buktinya selama lebih tiga tahun kami pacaran tak sekalipun Minho menyakitiku. Minho selau membuatku tertawa diantara nada-nada humornya. Selama kami pacaran Cuma sekali Minho menciumku ketika aku ulang tahun dan itupun juga di kening.
“he..kenapa mengelamun sih ? ayo, pulang .” Kata Minho mengagetkanku.
Aku mengangguk pelan,
dan membiarkan Minho menggandeng tanganku. Ada yang janggal saat itu kurasakan.
Ya.. Minho mau menggandengku.
Hari berikutnya Minho janji mau bertemu di taman
Untuk mengajak kencan sekaligus menikmati masa liburnya
kurang lebih Satu jam telah berlalu aku menunggunya ,
Tapi…! sia-sia. Minho tak kunjung datang malam itu sesuai janjinya untuk menemuiku di taman. Aku hanya sabar menunggu meski setiap menit malam itu kurasakan penuh dengan rasa iri ketika melihat pasangan lain yang tengah memadu kasih.
Romantis sekali.
Aku jadi teringat akan kata-kata MIN JEONG tadi siang yang membuat perasaanku
jadi bimbang.
FLASHBACK
“Kalo menurutku pacaran tanpa belaian dan ciuman itu ibarat makan tanpa KIMCHI, kurang lengkap.” Ceplos minjeong mengomentariku ketika kuceritakan tentang sikap Minho selama kami pacaran.
Mendengar komentar min jeong aku hanya tertunduk.
“coba kamu pikir hye sun,,aa selama kamu pacaran apa yang sudah
Minho kasih ke kamu.
Cinta yang tulus dan kasih sayangnya ? Jawab ku
Cuma itu ?
Ne…. !
Itu kurang agashii , apa kamu cukup puas dengan ngerasain kasih sayang itu dan apa kamu sudah pernah dapat wujud dari kasih sayang itu?”
“maksud kamu?”tanyaku tak mengerti.
“misalnya kalau dia memberi setangkai bunga mawar buat kamu atau setidaknya dia mencium kening kamu sebagai ungkapan dia sayang dan cinta sama kamu”
“Minho memang tidak pernah melakukannya …” kataku datar.
“nah trus kenapa kamu betah. Cowok tidak romantis seperti itu?
kenapa masih kamu pertahankan.
Bisa makan hati hye sun,,aa!
Boro-boro kamu dibelai , dipegang saja tidak.
Menurutku cowok seperti itu tidak bisa menghargai arti cinta. kamu benda hidup Hyesun..aa yang kadang juga ingin disentuh,
tapi sayangnya kamu sangat PABO jika harus rela menyerahkan hati kamu pada nya “ucap min jeong panjang lebar
yang selalu mengiang-ngiang di telingaku.
ENDFLASHBACK
Apa benar kata min jeong?
Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kadang aku sendiri sempat
berfikir apa benar Minho mencintaiku,?
karena selama ini Minho tak sekalipun membelaiku ketika mengingat kata” Dara. Hatiku benar-benar sakit mengingat itu semua.
Minho bukanlah tipe cowok romantis yang selau kuimpikan,
Minho yang selau bersikap biasa bila bersamaku dan anehnya semua itu kujalani begitu saja selama tiga tahun lebih Bukan waktu yang singkat memang,
karena itu aku selalu berusaha menepis jauh-jauh kegundahanku soal cowok romantis. Tapi tidak dengan malam itu.
Ketidaksabaranku menunggu Minho yang molor datang membuatku semakin yakin kalau Minho tidak menyayangiku ataupun mencintaiku.
Hubungan itu hanya sebagai hubungan berstatus pacaran tapi tanpa cinta.
Meskipun tiga tahun yang lalu Minho resmi mengikrarkan cintanya padaku.
“ MAINE membuatmu menunggu lama “ mobilku mogok tadi” kata Minho
Yang menghentikan niatku meniggalkan taman saat itu juga.
“tidak ada alasan lain?” tanyaku sinis.
Minho menatapku janggal.
“kamu marah bab?”, tanya Minho datar.
Aku hanya acuh tak acuh. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Minho jika melihat aku marah. Aku ingin Minho mengerti apa yang aku iginkan, menjadi cowok romantis itulah mimpiku. Tidak seperti saat itu.
Aku dan Minho duduk dalam jarak setengah meter. Tidak dekat dan mesra-mesraan seperti pasangan lain malam itu.
“bab chengmal miane, tapi mobilku benar “ mogok.”
“kamu kan bisa menelpon atau sms aku Minho..aa,
bukan dengan cara membiarkanku menuggumu seperti ini.”
“aku lupa bawa Hp Bab.”, ucapnya pelan.
Aku tetap tak mengindahkannya.
“kamu tahu tidak Minho,,aa, malam ini aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah serius mencintaiku” paparku tersendat.
“bab kenapa kamu bicara seperti itu.? Apa kamu kira selama tiga tahun lebih kita pacaran aku hanya iseng atau main”
Aku pikir kamu bisa paham tentang aku, tapi nyatanya…”
“ya aku memang tidak paham tentang kamu. Kamu yang kaku dan beku bila di sampingku yang tidak pernah membelaiku dan mengucapkan
kalimat-kalimat indah di telingaku.
Kamu yang cuma sekali mencium dan berkata aku cinta kamu. Kamu yang tidak memberiku perhatian-perhatian romantis selama ini.
Kamu..kamu Minho membuatku muak dengan semua ini”,
kataku dengan nada tersendat.
Mataku telah tergenang air hangat dan aku sunguh tidak sanggup lagi membendungnya.
“jadi kamu pikir cinta cuma bisa diungkapkan dengan keromantisan hye sun..aa, kamu kira apa hubunga kita terjalin tanpa rasa apa-apa dariku?”, tanya Minho
.
Aku masih terdiam bisu dalam tangisku.
“hyesun,,aa..selama ini aku mengira kamu sudah mengerti banyak tentang aku, tapi ternyata aku salah. Kamu bukan Hyesunku yang dulu..”
“kamu memang salah menilai aku dan akupun juga salah menilai kamu. Menilai tentang hatimu dan tentang cintamu selama ini” ucap minho
“perlu kamu tahu hyesun,,aa aku sangat mencintaimu dan sayangnya rasa cintaku ini harus kamu tuntut dengan keromantisan”
“aku tidak bermaksud menuntut , aku cuma ingin hubungan kita indah seperti orang lain”jawabku datar
“wujud dari keindahan itu bukan terletak pada keromantisannya hyesun,,aa
Tapi…! terletak pada cinta itu sendiri.
Aku tidak pernah membelai dan menciummu karena aku menghormati cinta kita. Aku tidak ingin hubungan kita menjadi ternoda dengan hal-hal yang dimulai dari belaian ataupun ciuman. Aku sayang kamu dan dengan itulah aku bisa buktikan seberapa dalam aku mencintaimu”
Dadaku berdesir seketika “mendengar penjelasan Minho
. Segera kutatap mata teduh Minho,,. Disana kudapati keteduhan cinta dan kasihnya.
“hye sau,,aa …jika kamu anggap cinta cuma bisa dinyatakan
dengan sentuhan-sentuhan keromantisan
“itu salah.salah besar
Cinta bukan cuma itu saja.
Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga hubungan suci itu tetap suci sampai kita benar-benar terikat pada hubungan yang halal.
Selama ini aku kira kamu bisa mengrti itu semua. Tapi aku salah, dan untuk itu cheongmal miane jika aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau”
“minho aku cuma..”, ucapku tak kuteruskan.
Ada rasa sesak yang keluar begitu saja di hatiku. Aku telah melukai Minho
dan itu bisa kulihat dari kalimat datarnya.
“kamu tidak salah hyesun dalam hal ini.
Dan sepautnya aku melepaskanmu malam ini, membiarkanmu mencari
cowok romantis seperti harapmu.
Jangan kamu kira aku tidak pernah mencintaimu, karena itu membuatku terluka. Jujur selama hidaupku aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu”
Bersaman kalimat itu Minho berlalu meninggalkanku.
Entah…kenapa bibirku tak mampu mencegah langkah Minho. Semua kurasa bagai mimpi. Hanya dengan satu kesalahan kubuat semua berakhir dalam sekejap.Air matakupun sudah mengalir deras. Seharusnya aku bangga memiliki Minho yang tidak pernah neko-neko. Seharusnya aku tidak mendengarkan pendapat-pendapat Dara tentang cowok romantis. Seharusnya aku tidak membuat Minho terluka saat itu.
Setelah aku menyadari apa yang keperbuat
aku berusaha mengejar minho yang pulang menaiki Bus
bus berangkat setelah aku tiba di sana. Aku berlari mengejar
bus memanggil-manggil nama Minho
Namun usahaku itu tanpa hasil.
Bus pergi begitu saja membawa Minhoku dan juga cintaku pergi jauh.
Aku berdiri terpaku melihat bus yang kian menjauh. Sesalku menumpuk. yang datang terlambat hingga tidak sempat mengatakan maafku pada Minho
Kini aku mulai sadar bahwa tidak ada yang lebih bisa membahagiakanku kecuali dengan kehadiran Minho. Bagaimanapun dia, romantis ataupun tidak dialah orang yang benar-benar aku cintai. Kenangan-kengan indah bersamanya walau tanpa kemesraan saat itu membelaiku dengan rasa yang teramat.
Asaku telah pergi dan itu cuma bisa kulakukan dengan menangis terpekur di tempatku berdiri. Hidupku tidak arti tanpa Minho,
dengan mencintainya apa adanya itu sudah lebih dari cukup. Tidak ada lagi tuntutan untuk dia berubah menjadi Minho yang romantis.
Rasa sesal telah membuatku menyimpan permintaan maaf untuk Minho. Sampai dadaku tersentak merasakan tangan seseorang meraih tubuhku dan memeluknya
Aku sempat kaget
Beberapa detik kemudian aku sadar saat merasakan kehangatan di tubuhku
Aku menatap tajam wajah itu. Mata teduhnya yang selalu membuatku merasa damai jika didekatnya. Kelembutan jiwanya senantiasa menyuguhkan warna indah dalam memoriku dan sungguh tidak ada yang lebih romantis selain dia….
Miane ucapku dalam pelukannya & masih dengan isakan tangisku
Manyesali semua yang kukatan tadi
Minho hanya diam tidak menjawab permintaan maafku
tapi.. pelukannya di tubuhku semakin erat ,
bagiku itu sudah cukup menandakan kalo dia sudah memaafkan ku.
Mulai saat ini detik ini juga aku akan selalu berjanji mencintainya segenap jiwa ragaku & tidak akan pernah menunntut apapun lagi padanya
BAGIKU SELAMANYA LEE MINHO LAH MY BOYFRIEND PALING ROMANTIS TIDAK ADA YG LAIN.
THE END
MIANE KALO JELEK
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar