Selasa, 05 Juli 2011

{ I want to love you with a simple }




ONE SHORT



CAST

Lee MinHo

Go HyeSun

Park Shin Hye



Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 26 Maret 2009,

hari ulang tahun perkawinan kami yang kedua. Dan untuk kedua kalinya pula Minho’ lupa.



Ulang tahun pertama, minho’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan

beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan.



Minho’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum.

Persoalan saat itu memang lumayan pelik.



, Minho’ kadang harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya

Dan dia minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menjawab,



” baby, aku kan sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun.

Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”



Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat.

Minho pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami.



Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya?

Aku menarik napas panjang dia lupa lagi Heran,



apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal.

Minho’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis.



Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar

kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.



Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata SARANGHEA setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas.

Karena kejelasan juga bagian dari cinta.



Aku sadar, kalau aku mencintai Minho’, aku harus menerimanya apa adanya.

Tetapi, masa sih orang tidak mau berubah dan belajar?



Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik.

Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan.



Minho’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian

yang diberikannya kepadaku dalam dua tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai.



Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar.

Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari.



Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya

mendengkur dengan manis di tempat tidur.



Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik.

Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing

membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain.

Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.



Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku.

Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan.



Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Minho’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya,

bahkan pada akhir pekan seperti ini.



Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan

waktu pada akhir pekan seperti ini.



Aku jadi ingat waktu aku menerima lamaran Minho, Shin Hye sahabatku sekaligus dongsengnya

Minho sempat bertanya .



flashback



”eonni, yakin mau menerima lamaran oppa?” Shin Hye, menatapku heran.



”oppa itu tidak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering eonni bayangkan.

Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, setia…



Tapi tida humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan.

Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…”



Hyesun menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Minho’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat shin hye.



”Kamu kenapa seperti itu, sih? tidak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut.



Shin hye tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani.

Paling ditinggal pergi sama oppa.” Shin hye tertawa geli.



”Kamu belum tahu oppaku, sih!



” Tetapi, apapun kata shin hye, aku sudah bertekad untuk menerima lamaran Minho’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh Minho laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.



Kami bertemu karna seringnya aku berkunjung kerumah shin hye untuk melakukan tugas” kuliah

Awalnya penilayanku tentang Minho hanya satu " yaitu cowo yang paling cuek sedunia.



Seringnya aku berkunjung kesana dia hanya menyapa kami dengan satu kata HAI



Awal aku & Minho mulai dekat.



waktu aku pulang kuliah saat menunggu bus untuk pulang hari itu hujan sangat lebat

Aku uring” saat bus yang aku tunggu tidak juga datang



sekitar 5 menit kemudian



Tiba” berhenti semuah mobil sport di depanku kaca mobilnya terbuka

Aku membungkukkan badanku guna melihat orang yang ada di dalam mobil itu



Mau pulang ya ? Tanya Minho



Aku kaget saat aku tahu kalo itu mobil Minho, sampai” pertanyaan Minho tidak aku cerna dengan baik



Kamu hyesun kan??



Ah… ne.. anyeong ! sapa ku



Lagi menunggu siapa ??? Tanya Minho



Oh.. nunggu bus mau pulang “ jawabku



Masuklah aku antar kamu pulang tidak baik sendirian disini apa lagi hujan seperti ini” ucap Minho



Entar kenapa aku nurut begitu aja saat dia meminta masuk mobilnya.



Di dalam mobil kami tidak banyak bicara , hanya menanyakan kabar kami masing



Tapi.. sejak kejadian itu sikap Minho berubah yang awalnya cuek saat aku ada di rumahnya berubah 180 drajad .



kami Sering mengobrol di rumahnya dan kadang membantu kami kalau

kesulitan menyelesaikan tugas” kuliah .



Tidak jarang juga mengajak kami makan di waktu libur kerja nya

saat itu penilayanku tentang Minho sedikit beruabah.



ternyata dia tidak secuek yang aku nilai selama , entah kenapa juga terbesit di hatiku

rasa yang berbeda saat dekat dengannya.



Dan yang masih aku ingat saat Minho mengajak aku makan malam di sebuah restoran



disitulah momen' yang tidak bisa aku lupakn sampai saat ini



Minho tiba” melamar ku, aku saat itu benar” kaget yang luar biasa.



Bagaimana mungkin seorang Lee MinHo cowo super cuek sedunia melamarku

sedangkan hubungan kami masih belum begitu jelas.



Tapi.. kalo hubungan sebatas teman itu mungkin saja.



Malam itu aku tidak bisa menjawab apa dan dia juga tidak meminta untuk menjawabnya

malam itu dia memberikan aku waktu 3 hari.



Dalam waktu 3 hari itu pula aku terus berpikir jawaban apa yang harus aku berikan nanti .



Tapi.. kalo di Tanya apakah aku menyukainya ??? jawabannya IYA



Waktu 3 hari yang Minho berikan buat aku berpikir sudah tiba .



Saat itu aku dan Minho duduk di sebuah taman sudah hampir 5 menit kami saling berdiam

tidak ada yang ber’inisiatip memulai pembicaraan .



Sampai aku mengeluarkan dehaman kecil



“ ehm…untuk memulai pembicaraan karna aku yakin Minho tidak akan memulainya



Minho,,aa “ sapaku



Ne.. jawabnya singkat



Soal lamaranmu kemarin “



apa jawabannya sudah ada ??? tanya Minho





aku terdiam beberapa detik sambil memandang wajahnya sampai aku mengeluarkan sebuah kata



Iya aku menerimanya “ jawab ku singkat, karna aku yakin Minho paling tidak suka berbelit”



Dia tersnyum saat mendengar jawabanku.



“ kemudian dia mendekat dan memelukku erak

Mengucapakan kata.



Gomawo “





aku tersnyum dalam pelukannya



Pernikahan kami sangat lah cepat karna semuanya di lakukan setelah acara

lamaran resmi keluarga Minho kerumah.



3 minggu setelah lamaran pernikahan di laksanakan secara sederhana

karna Minho tidak terlalu suka kermaian , hanya keluraga , teman” dekat kami masing

dan rekan kerja Minho di kantor yang di undang .





Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti.

Seperti layaknya pengantin baru, Minho’ berusaha romantis. Dan aku senang.



Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Minho segera berkutat dengan segala

kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku.



Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya…

Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam

menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.



Begitulah Minho … aku berusaha mengerti dan menerimanya.



End flashback.



Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya.



Aku izin ke rumah omma. Kukirim sms singkat kepadanya.

Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya.





Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk omma





Tuh,kan. Bahkan dia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi,

laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.



Aku sampai di rumah orang tuaku.



Aku langsung masuk ke kamarku . Kuhempaskan tubuhku dengan kesal.



Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar omma mengetuk pintu.

Aku bangkit dengan malas.



”Kenapa sayang? Ada masalah dengan Minho?” omma membuka percakapan.



tanpa basa-basi. Aku mengangguk. omma memang tidak pernah bisa dibohongi.

selalu berhasil menebak dengan jitu.



Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga . Mataku berkaca-kaca.

Aku menumpahkan kekesalanku . omma tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku.



”sayang, mungkin semua ini salah omma dan appa yang terlalu memanjakan kamu.

Sampai kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu.



Cobalah, sayang pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Minho?



dia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Minho itu tidak pernah berbuat kasar, rajin.

dia juga baik dan hormat kepada omma dan appa.



Tidak semua suami seperti dia, sayang. Banyak orang yang dizhalomi suaminya. Ucap ommanya.



Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan omma.



”Tapi, dia itu keterlaluan sekali. Masa Ulang tahun perkawinan sendiri dua kali lupa. Lagi pula,

dia itu sama sekali tidak punya waktu buatku. Aku kan istrinya, omma.



Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.”

Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan omma.



Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Minho’? tanya omma



aku bepkir sejenak



Hampir tidak ada. Sebenarnya, dia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Minho selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku.

dia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin belajar .



Soal kesetiaan? Tidak diragukan So Eun satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku

bagaimana Minho’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor.



Minho’ tidak pernah meladeni ajakan min young yang tidak juga bosan menggoda

dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool

seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.



”Hyesun,,aa, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Minho yang bermasalah.



Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” omma berucap tenang.



Aku memandang omma. Perkataan omma benar-benar menohokku.



Ya, omma benar. Aku kehilangan rasa syukur.



Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Eun hye,

salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain

dan sangat kasar kepadanya?



Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati

memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?



Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu

dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari

supaya Minho dapat mengaturjadwalnya?



Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis?

Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?



Aku segera pamit pulang .



Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis

di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.



Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kesukaan Minho’

lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan.



Jam tujuh malam, Minho’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam,

aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai.



Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.



Aku terbangun dengan kaget. Ya tuhan, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam.



Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahku, tergeletak kartu ucapan

dan kotak perhiasanmungil.



Minho’ tertidur pulas di sofa. dia belum membuka dasi dan kaos kakinya.



Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.





------- *****-------

PUISI



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *





------****-----



Puisi pertama yang yang Minho berikan selama pernikahan kami 2 tahun ini.

Walau pun singkat tapi ini cukup membuatku sangat bahagia dan aku mengatahu’I

kalo Minho sangat lah mencintaku .



Aku bangkit dari meja makan mendekati Minho yang tidur di sofa .



Kupandngi beberapa detik muka nya .



Ya tuhan maafkan ummatmu ini yang tidak pernah mensyukuri apa yang engkau berikan.



Aku pun membantu melepaskan dasi dan kaos kaki , sepertinya Minho sangat

kelelahan sampai tidak terganggu tidurnya saat aku melepas dasi dan kaos kakinya “ pikirku



Tapi.. saat aku beranjak tiba” genggaman tangannya minho menyanggah ku



Miane ,,, “ ucapnya



Aku kaget ternyata dia tidak benar” tidur



Kamu sudah bangun ?? tanyaku



Pabo,,,aa kamu kira aku babi apa yang tidak mersakan istriku ini melepaskan dasi dan kaos kaki ku



Aku tersnyum menanggapi ucapannya .



Gomawo “ ucapku



Untuk apa ????



Untuk bunga , kartu ucapannya dan hadiahnya “



Minho tersnyum “ kamu menyuka’inya ???



Sangat , tapi aku lebih suka kartunya " ucapku



Minho terdiam beberapa saat dan kemudian membawaku kepalukannya





memelukku sangat erat .



Miane “



Untuk apa ? tanyaku



" Semuanya.



karna aku terlalu sibuk dan membuatmu kesepian di rumah “ jawabnya.



gwenchana “ yang penting kamu selalu pulang walaupun sangat telat.



Minho masih memelukku



tapi.. tiba” Minho mencium bahu ku yang terbuka karna gaun yang kupakai malam itu memang sedikit terbuka .

entah kenapa aku merasa kegugup atas pelakuan Minho yang secara tiba”

itu padahal ini buakn kali pertama lagi buatku .



Minho terus saja menciumi ku dari bahu beralih kelihir muka sampai ke bibir



aku masih belum membalas nya



Saat kurasakan ciuman Minho semakin memanas aku tergoyah juga membalas ciumannya

kulingkarkan tanganku di lihirnya dan ciuman kami semakin menuntut yang lebih.



" Minho membaringkanku di sofa tanpa melepaskan ciumannya

tangannya masuk kedalam gaun yang kupakai mengelus punggung ku dan menekan buah dadaku aku sedikit tersentak , sepertinya Minho sudah di kuasi oleh nafsunya sampai tidak menyadri keberadaan kami

yang masih di ruang tamu .



saat minho mau melepaskan gaunku, aku mematahkan ciumannya



We…. ??? Tanya nya



Apa sebaiknya kita berpindah tempat dulu sayang , ini rungan tamu “ jawabku



Minho tersenyum mendengar ucapanku



Oh… jadi istriku yang cantik ini mau mau di tempat resmi ya !!!



Baik lah “ minho berdiri



Huf… minho menggendungku menuju kamar kami di lantai 2



Ya… aku bisa berjalan tidak perlu di gendung seperti ini “ protisku



Aku tahu sayang kamu bisa berjalan , tapi… aku mau menngendung istriku ini “





-----***-----



Bruuuk suara pintu tertutup



Minho membaringkanku di tempat tidur



minho memandangiku beberapa saat



kemudian menciumiku dari kening terus menelusuri jengkal mukaku

sampai di bibir.



tangannya aktif melepaskan gaun yang kukenakan aku pun sebaliknnya melepas pakainnya.



sekarang kami benar" polos



desahan keluar dari mulut kedua insan ini menadakan kalo meraka mencapai puncaknya

nikmatnya malam itu.





setelah itu ?????



ya kalian bayangkan aja masing" mereka gimana

aku tidak ahli kalo soal beginian ^_^ hehehe.....





pagi tepat jam 6 hyesun terbangun masih dalam pelukan hangat Minho

hyesun memandangi rauk muka suaminya.





hyesun berucap di hatinya "



ya tuhan terima kasih karna engkau telah mengirmkannya untukku

aku berjanji detik ini juga aku tidak akan pernah mengeluh tentang apa pun lagi



dia adalah hal yang terindah dalam hidupku sekaligus suami yang sangat aku cintai

seumur hidupku .







THE END



Miane kalo membosankan dan miane kalo ada kesalahan dalam penulisan kata" nya

harap di maklumi ya !!!!! bikinnya sambil meram melek neh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar