minsuncouple
Selasa, 05 Juli 2011
{ I want to love you with a simple }
ONE SHORT
CAST
Lee MinHo
Go HyeSun
Park Shin Hye
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 26 Maret 2009,
hari ulang tahun perkawinan kami yang kedua. Dan untuk kedua kalinya pula Minho’ lupa.
Ulang tahun pertama, minho’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan
beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan.
Minho’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum.
Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
, Minho’ kadang harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya
Dan dia minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menjawab,
” baby, aku kan sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun.
Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat.
Minho pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami.
Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya?
Aku menarik napas panjang dia lupa lagi Heran,
apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal.
Minho’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis.
Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar
kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata SARANGHEA setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas.
Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku sadar, kalau aku mencintai Minho’, aku harus menerimanya apa adanya.
Tetapi, masa sih orang tidak mau berubah dan belajar?
Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik.
Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan.
Minho’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian
yang diberikannya kepadaku dalam dua tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai.
Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar.
Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari.
Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya
mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik.
Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing
membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain.
Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku.
Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan.
Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Minho’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya,
bahkan pada akhir pekan seperti ini.
Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan
waktu pada akhir pekan seperti ini.
Aku jadi ingat waktu aku menerima lamaran Minho, Shin Hye sahabatku sekaligus dongsengnya
Minho sempat bertanya .
flashback
”eonni, yakin mau menerima lamaran oppa?” Shin Hye, menatapku heran.
”oppa itu tidak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering eonni bayangkan.
Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, setia…
Tapi tida humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan.
Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…”
Hyesun menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Minho’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat shin hye.
”Kamu kenapa seperti itu, sih? tidak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut.
Shin hye tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani.
Paling ditinggal pergi sama oppa.” Shin hye tertawa geli.
”Kamu belum tahu oppaku, sih!
” Tetapi, apapun kata shin hye, aku sudah bertekad untuk menerima lamaran Minho’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh Minho laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Kami bertemu karna seringnya aku berkunjung kerumah shin hye untuk melakukan tugas” kuliah
Awalnya penilayanku tentang Minho hanya satu " yaitu cowo yang paling cuek sedunia.
Seringnya aku berkunjung kesana dia hanya menyapa kami dengan satu kata HAI
Awal aku & Minho mulai dekat.
waktu aku pulang kuliah saat menunggu bus untuk pulang hari itu hujan sangat lebat
Aku uring” saat bus yang aku tunggu tidak juga datang
sekitar 5 menit kemudian
Tiba” berhenti semuah mobil sport di depanku kaca mobilnya terbuka
Aku membungkukkan badanku guna melihat orang yang ada di dalam mobil itu
Mau pulang ya ? Tanya Minho
Aku kaget saat aku tahu kalo itu mobil Minho, sampai” pertanyaan Minho tidak aku cerna dengan baik
Kamu hyesun kan??
Ah… ne.. anyeong ! sapa ku
Lagi menunggu siapa ??? Tanya Minho
Oh.. nunggu bus mau pulang “ jawabku
Masuklah aku antar kamu pulang tidak baik sendirian disini apa lagi hujan seperti ini” ucap Minho
Entar kenapa aku nurut begitu aja saat dia meminta masuk mobilnya.
Di dalam mobil kami tidak banyak bicara , hanya menanyakan kabar kami masing
Tapi.. sejak kejadian itu sikap Minho berubah yang awalnya cuek saat aku ada di rumahnya berubah 180 drajad .
kami Sering mengobrol di rumahnya dan kadang membantu kami kalau
kesulitan menyelesaikan tugas” kuliah .
Tidak jarang juga mengajak kami makan di waktu libur kerja nya
saat itu penilayanku tentang Minho sedikit beruabah.
ternyata dia tidak secuek yang aku nilai selama , entah kenapa juga terbesit di hatiku
rasa yang berbeda saat dekat dengannya.
Dan yang masih aku ingat saat Minho mengajak aku makan malam di sebuah restoran
disitulah momen' yang tidak bisa aku lupakn sampai saat ini
Minho tiba” melamar ku, aku saat itu benar” kaget yang luar biasa.
Bagaimana mungkin seorang Lee MinHo cowo super cuek sedunia melamarku
sedangkan hubungan kami masih belum begitu jelas.
Tapi.. kalo hubungan sebatas teman itu mungkin saja.
Malam itu aku tidak bisa menjawab apa dan dia juga tidak meminta untuk menjawabnya
malam itu dia memberikan aku waktu 3 hari.
Dalam waktu 3 hari itu pula aku terus berpikir jawaban apa yang harus aku berikan nanti .
Tapi.. kalo di Tanya apakah aku menyukainya ??? jawabannya IYA
Waktu 3 hari yang Minho berikan buat aku berpikir sudah tiba .
Saat itu aku dan Minho duduk di sebuah taman sudah hampir 5 menit kami saling berdiam
tidak ada yang ber’inisiatip memulai pembicaraan .
Sampai aku mengeluarkan dehaman kecil
“ ehm…untuk memulai pembicaraan karna aku yakin Minho tidak akan memulainya
Minho,,aa “ sapaku
Ne.. jawabnya singkat
Soal lamaranmu kemarin “
apa jawabannya sudah ada ??? tanya Minho
aku terdiam beberapa detik sambil memandang wajahnya sampai aku mengeluarkan sebuah kata
Iya aku menerimanya “ jawab ku singkat, karna aku yakin Minho paling tidak suka berbelit”
Dia tersnyum saat mendengar jawabanku.
“ kemudian dia mendekat dan memelukku erak
Mengucapakan kata.
Gomawo “
aku tersnyum dalam pelukannya
Pernikahan kami sangat lah cepat karna semuanya di lakukan setelah acara
lamaran resmi keluarga Minho kerumah.
3 minggu setelah lamaran pernikahan di laksanakan secara sederhana
karna Minho tidak terlalu suka kermaian , hanya keluraga , teman” dekat kami masing
dan rekan kerja Minho di kantor yang di undang .
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti.
Seperti layaknya pengantin baru, Minho’ berusaha romantis. Dan aku senang.
Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Minho segera berkutat dengan segala
kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku.
Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya…
Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam
menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah Minho … aku berusaha mengerti dan menerimanya.
End flashback.
Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya.
Aku izin ke rumah omma. Kukirim sms singkat kepadanya.
Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya.
Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk omma
Tuh,kan. Bahkan dia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi,
laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku sampai di rumah orang tuaku.
Aku langsung masuk ke kamarku . Kuhempaskan tubuhku dengan kesal.
Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar omma mengetuk pintu.
Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa sayang? Ada masalah dengan Minho?” omma membuka percakapan.
tanpa basa-basi. Aku mengangguk. omma memang tidak pernah bisa dibohongi.
selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga . Mataku berkaca-kaca.
Aku menumpahkan kekesalanku . omma tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku.
”sayang, mungkin semua ini salah omma dan appa yang terlalu memanjakan kamu.
Sampai kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu.
Cobalah, sayang pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Minho?
dia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Minho itu tidak pernah berbuat kasar, rajin.
dia juga baik dan hormat kepada omma dan appa.
Tidak semua suami seperti dia, sayang. Banyak orang yang dizhalomi suaminya. Ucap ommanya.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan omma.
”Tapi, dia itu keterlaluan sekali. Masa Ulang tahun perkawinan sendiri dua kali lupa. Lagi pula,
dia itu sama sekali tidak punya waktu buatku. Aku kan istrinya, omma.
Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.”
Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan omma.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Minho’? tanya omma
aku bepkir sejenak
Hampir tidak ada. Sebenarnya, dia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Minho selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku.
dia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin belajar .
Soal kesetiaan? Tidak diragukan So Eun satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku
bagaimana Minho’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor.
Minho’ tidak pernah meladeni ajakan min young yang tidak juga bosan menggoda
dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool
seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hyesun,,aa, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Minho yang bermasalah.
Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” omma berucap tenang.
Aku memandang omma. Perkataan omma benar-benar menohokku.
Ya, omma benar. Aku kehilangan rasa syukur.
Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Eun hye,
salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain
dan sangat kasar kepadanya?
Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati
memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu
dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari
supaya Minho dapat mengaturjadwalnya?
Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis?
Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit pulang .
Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis
di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kesukaan Minho’
lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan.
Jam tujuh malam, Minho’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam,
aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai.
Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya tuhan, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam.
Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahku, tergeletak kartu ucapan
dan kotak perhiasanmungil.
Minho’ tertidur pulas di sofa. dia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
------- *****-------
PUISI
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
------****-----
Puisi pertama yang yang Minho berikan selama pernikahan kami 2 tahun ini.
Walau pun singkat tapi ini cukup membuatku sangat bahagia dan aku mengatahu’I
kalo Minho sangat lah mencintaku .
Aku bangkit dari meja makan mendekati Minho yang tidur di sofa .
Kupandngi beberapa detik muka nya .
Ya tuhan maafkan ummatmu ini yang tidak pernah mensyukuri apa yang engkau berikan.
Aku pun membantu melepaskan dasi dan kaos kaki , sepertinya Minho sangat
kelelahan sampai tidak terganggu tidurnya saat aku melepas dasi dan kaos kakinya “ pikirku
Tapi.. saat aku beranjak tiba” genggaman tangannya minho menyanggah ku
Miane ,,, “ ucapnya
Aku kaget ternyata dia tidak benar” tidur
Kamu sudah bangun ?? tanyaku
Pabo,,,aa kamu kira aku babi apa yang tidak mersakan istriku ini melepaskan dasi dan kaos kaki ku
Aku tersnyum menanggapi ucapannya .
Gomawo “ ucapku
Untuk apa ????
Untuk bunga , kartu ucapannya dan hadiahnya “
Minho tersnyum “ kamu menyuka’inya ???
Sangat , tapi aku lebih suka kartunya " ucapku
Minho terdiam beberapa saat dan kemudian membawaku kepalukannya
memelukku sangat erat .
Miane “
Untuk apa ? tanyaku
" Semuanya.
karna aku terlalu sibuk dan membuatmu kesepian di rumah “ jawabnya.
gwenchana “ yang penting kamu selalu pulang walaupun sangat telat.
Minho masih memelukku
tapi.. tiba” Minho mencium bahu ku yang terbuka karna gaun yang kupakai malam itu memang sedikit terbuka .
entah kenapa aku merasa kegugup atas pelakuan Minho yang secara tiba”
itu padahal ini buakn kali pertama lagi buatku .
Minho terus saja menciumi ku dari bahu beralih kelihir muka sampai ke bibir
aku masih belum membalas nya
Saat kurasakan ciuman Minho semakin memanas aku tergoyah juga membalas ciumannya
kulingkarkan tanganku di lihirnya dan ciuman kami semakin menuntut yang lebih.
" Minho membaringkanku di sofa tanpa melepaskan ciumannya
tangannya masuk kedalam gaun yang kupakai mengelus punggung ku dan menekan buah dadaku aku sedikit tersentak , sepertinya Minho sudah di kuasi oleh nafsunya sampai tidak menyadri keberadaan kami
yang masih di ruang tamu .
saat minho mau melepaskan gaunku, aku mematahkan ciumannya
We…. ??? Tanya nya
Apa sebaiknya kita berpindah tempat dulu sayang , ini rungan tamu “ jawabku
Minho tersenyum mendengar ucapanku
Oh… jadi istriku yang cantik ini mau mau di tempat resmi ya !!!
Baik lah “ minho berdiri
Huf… minho menggendungku menuju kamar kami di lantai 2
Ya… aku bisa berjalan tidak perlu di gendung seperti ini “ protisku
Aku tahu sayang kamu bisa berjalan , tapi… aku mau menngendung istriku ini “
-----***-----
Bruuuk suara pintu tertutup
Minho membaringkanku di tempat tidur
minho memandangiku beberapa saat
kemudian menciumiku dari kening terus menelusuri jengkal mukaku
sampai di bibir.
tangannya aktif melepaskan gaun yang kukenakan aku pun sebaliknnya melepas pakainnya.
sekarang kami benar" polos
desahan keluar dari mulut kedua insan ini menadakan kalo meraka mencapai puncaknya
nikmatnya malam itu.
setelah itu ?????
ya kalian bayangkan aja masing" mereka gimana
aku tidak ahli kalo soal beginian ^_^ hehehe.....
pagi tepat jam 6 hyesun terbangun masih dalam pelukan hangat Minho
hyesun memandangi rauk muka suaminya.
hyesun berucap di hatinya "
ya tuhan terima kasih karna engkau telah mengirmkannya untukku
aku berjanji detik ini juga aku tidak akan pernah mengeluh tentang apa pun lagi
dia adalah hal yang terindah dalam hidupku sekaligus suami yang sangat aku cintai
seumur hidupku .
THE END
Miane kalo membosankan dan miane kalo ada kesalahan dalam penulisan kata" nya
harap di maklumi ya !!!!! bikinnya sambil meram melek neh.....
Senin, 04 Juli 2011
-->
ONE SHORT
CAST
Lee MinHo
Go Hye Sun
Lee Min Joeng
Gerimis malam itu masih saja belum reda. Aku tetap saja menanti mendaratnya penerbangan , menunggu kepulangan Minho yang selalu kunantikan
suara lembutnya.Jujur aku sangat rindu padanya dan rindu itu kurasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini kami terpisah jarak.
Minho berkuliah di seoul sedangkan aku sendiri masih betah meneruskan kuliahku di tempat kelahiranku yaitu Busan
akhirnya penerbangan yang ku tunggu sudah mendarat dan penumpang berhuyung-huyung keluar dari pintu. Mataku sibuk mencari Minho
diantara kerumunan orang berlalu-lalang.
Namun sayang tak kudapati Minho di sana
Janjinya untuk datang menemuiku kurasa hanya janji belaka. Kesetiaanku menunggunya di bandara selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin kurasa udara siang itu, tapi hatikulah yang lebih merasakan dingin. Mimpiku yang saat itu akan kurasakan pelukan hangat Minho serasa melayang jauh .
Aku masih saja berdiri termangu. Mataku sudah basah akan air mata, menahan gejola hatiku yang kian membara.
“hai…lama ya nunggu aku” ucap seseorang lembut.
Aku berbalik arah. Mataku melotot terkejut melihat Minho telah berdiri di depanku seraya nyunggingin senyum manisnya. Aku hanya tersenyum haru dan semenit kemudian aku segera merangkul Minho, melepaskan kerindukanku padanya selama ini.
“kamu membuatku hampir menangis Minho,,aa” ucapku di sela isakan tangisku.
“bukan hampir tapi memang sudah kan?” canda Minho.
Aku memukul kecil dada Minho. Merasa haru sekaligus bahagia.
Minho hanya tertawa kecil dan mendekapku erat.
“kita pulang sekarang ya..” ajak Minho.
Aku termangu sesaat. Kecupan lembut yang begitu kurindukan tak kudapati saat itu. Sikap Minho yang selau kaku tetap kudapati
meski telah satu tahun kami terpisah pada jarak.
Jujur Minho bukanlah tipe cowok romantis. Minho adalah cowok tegas dan bijaksana yang tak pernah memberiku belaian lembut kecuali dengan canda dan leluconnya.
Namun begitu aku selalu sayang dan cinta .
Aku sendiri yakin bahwa Minho juga mencintaiku.
Buktinya selama lebih tiga tahun kami pacaran tak sekalipun Minho menyakitiku. Minho selau membuatku tertawa diantara nada-nada humornya. Selama kami pacaran Cuma sekali Minho menciumku ketika aku ulang tahun dan itupun juga di kening.
“he..kenapa mengelamun sih ? ayo, pulang .” Kata Minho mengagetkanku.
Aku mengangguk pelan,
dan membiarkan Minho menggandeng tanganku. Ada yang janggal saat itu kurasakan.
Ya.. Minho mau menggandengku.
Hari berikutnya Minho janji mau bertemu di taman
Untuk mengajak kencan sekaligus menikmati masa liburnya
kurang lebih Satu jam telah berlalu aku menunggunya ,
Tapi…! sia-sia. Minho tak kunjung datang malam itu sesuai janjinya untuk menemuiku di taman. Aku hanya sabar menunggu meski setiap menit malam itu kurasakan penuh dengan rasa iri ketika melihat pasangan lain yang tengah memadu kasih.
Romantis sekali.
Aku jadi teringat akan kata-kata MIN JEONG tadi siang yang membuat perasaanku
jadi bimbang.
FLASHBACK
“Kalo menurutku pacaran tanpa belaian dan ciuman itu ibarat makan tanpa KIMCHI, kurang lengkap.” Ceplos minjeong mengomentariku ketika kuceritakan tentang sikap Minho selama kami pacaran.
Mendengar komentar min jeong aku hanya tertunduk.
“coba kamu pikir hye sun,,aa selama kamu pacaran apa yang sudah
Minho kasih ke kamu.
Cinta yang tulus dan kasih sayangnya ? Jawab ku
Cuma itu ?
Ne…. !
Itu kurang agashii , apa kamu cukup puas dengan ngerasain kasih sayang itu dan apa kamu sudah pernah dapat wujud dari kasih sayang itu?”
“maksud kamu?”tanyaku tak mengerti.
“misalnya kalau dia memberi setangkai bunga mawar buat kamu atau setidaknya dia mencium kening kamu sebagai ungkapan dia sayang dan cinta sama kamu”
“Minho memang tidak pernah melakukannya …” kataku datar.
“nah trus kenapa kamu betah. Cowok tidak romantis seperti itu?
kenapa masih kamu pertahankan.
Bisa makan hati hye sun,,aa!
Boro-boro kamu dibelai , dipegang saja tidak.
Menurutku cowok seperti itu tidak bisa menghargai arti cinta. kamu benda hidup Hyesun..aa yang kadang juga ingin disentuh,
tapi sayangnya kamu sangat PABO jika harus rela menyerahkan hati kamu pada nya “ucap min jeong panjang lebar
yang selalu mengiang-ngiang di telingaku.
ENDFLASHBACK
Apa benar kata min jeong?
Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kadang aku sendiri sempat
berfikir apa benar Minho mencintaiku,?
karena selama ini Minho tak sekalipun membelaiku ketika mengingat kata” Dara. Hatiku benar-benar sakit mengingat itu semua.
Minho bukanlah tipe cowok romantis yang selau kuimpikan,
Minho yang selau bersikap biasa bila bersamaku dan anehnya semua itu kujalani begitu saja selama tiga tahun lebih Bukan waktu yang singkat memang,
karena itu aku selalu berusaha menepis jauh-jauh kegundahanku soal cowok romantis. Tapi tidak dengan malam itu.
Ketidaksabaranku menunggu Minho yang molor datang membuatku semakin yakin kalau Minho tidak menyayangiku ataupun mencintaiku.
Hubungan itu hanya sebagai hubungan berstatus pacaran tapi tanpa cinta.
Meskipun tiga tahun yang lalu Minho resmi mengikrarkan cintanya padaku.
“ MAINE membuatmu menunggu lama “ mobilku mogok tadi” kata Minho
Yang menghentikan niatku meniggalkan taman saat itu juga.
“tidak ada alasan lain?” tanyaku sinis.
Minho menatapku janggal.
“kamu marah bab?”, tanya Minho datar.
Aku hanya acuh tak acuh. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Minho jika melihat aku marah. Aku ingin Minho mengerti apa yang aku iginkan, menjadi cowok romantis itulah mimpiku. Tidak seperti saat itu.
Aku dan Minho duduk dalam jarak setengah meter. Tidak dekat dan mesra-mesraan seperti pasangan lain malam itu.
“bab chengmal miane, tapi mobilku benar “ mogok.”
“kamu kan bisa menelpon atau sms aku Minho..aa,
bukan dengan cara membiarkanku menuggumu seperti ini.”
“aku lupa bawa Hp Bab.”, ucapnya pelan.
Aku tetap tak mengindahkannya.
“kamu tahu tidak Minho,,aa, malam ini aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah serius mencintaiku” paparku tersendat.
“bab kenapa kamu bicara seperti itu.? Apa kamu kira selama tiga tahun lebih kita pacaran aku hanya iseng atau main”
Aku pikir kamu bisa paham tentang aku, tapi nyatanya…”
“ya aku memang tidak paham tentang kamu. Kamu yang kaku dan beku bila di sampingku yang tidak pernah membelaiku dan mengucapkan
kalimat-kalimat indah di telingaku.
Kamu yang cuma sekali mencium dan berkata aku cinta kamu. Kamu yang tidak memberiku perhatian-perhatian romantis selama ini.
Kamu..kamu Minho membuatku muak dengan semua ini”,
kataku dengan nada tersendat.
Mataku telah tergenang air hangat dan aku sunguh tidak sanggup lagi membendungnya.
“jadi kamu pikir cinta cuma bisa diungkapkan dengan keromantisan hye sun..aa, kamu kira apa hubunga kita terjalin tanpa rasa apa-apa dariku?”, tanya Minho
.
Aku masih terdiam bisu dalam tangisku.
“hyesun,,aa..selama ini aku mengira kamu sudah mengerti banyak tentang aku, tapi ternyata aku salah. Kamu bukan Hyesunku yang dulu..”
“kamu memang salah menilai aku dan akupun juga salah menilai kamu. Menilai tentang hatimu dan tentang cintamu selama ini” ucap minho
“perlu kamu tahu hyesun,,aa aku sangat mencintaimu dan sayangnya rasa cintaku ini harus kamu tuntut dengan keromantisan”
“aku tidak bermaksud menuntut , aku cuma ingin hubungan kita indah seperti orang lain”jawabku datar
“wujud dari keindahan itu bukan terletak pada keromantisannya hyesun,,aa
Tapi…! terletak pada cinta itu sendiri.
Aku tidak pernah membelai dan menciummu karena aku menghormati cinta kita. Aku tidak ingin hubungan kita menjadi ternoda dengan hal-hal yang dimulai dari belaian ataupun ciuman. Aku sayang kamu dan dengan itulah aku bisa buktikan seberapa dalam aku mencintaimu”
Dadaku berdesir seketika “mendengar penjelasan Minho
. Segera kutatap mata teduh Minho,,. Disana kudapati keteduhan cinta dan kasihnya.
“hye sau,,aa …jika kamu anggap cinta cuma bisa dinyatakan
dengan sentuhan-sentuhan keromantisan
“itu salah.salah besar
Cinta bukan cuma itu saja.
Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga hubungan suci itu tetap suci sampai kita benar-benar terikat pada hubungan yang halal.
Selama ini aku kira kamu bisa mengrti itu semua. Tapi aku salah, dan untuk itu cheongmal miane jika aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau”
“minho aku cuma..”, ucapku tak kuteruskan.
Ada rasa sesak yang keluar begitu saja di hatiku. Aku telah melukai Minho
dan itu bisa kulihat dari kalimat datarnya.
“kamu tidak salah hyesun dalam hal ini.
Dan sepautnya aku melepaskanmu malam ini, membiarkanmu mencari
cowok romantis seperti harapmu.
Jangan kamu kira aku tidak pernah mencintaimu, karena itu membuatku terluka. Jujur selama hidaupku aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu”
Bersaman kalimat itu Minho berlalu meninggalkanku.
Entah…kenapa bibirku tak mampu mencegah langkah Minho. Semua kurasa bagai mimpi. Hanya dengan satu kesalahan kubuat semua berakhir dalam sekejap.Air matakupun sudah mengalir deras. Seharusnya aku bangga memiliki Minho yang tidak pernah neko-neko. Seharusnya aku tidak mendengarkan pendapat-pendapat Dara tentang cowok romantis. Seharusnya aku tidak membuat Minho terluka saat itu.
Setelah aku menyadari apa yang keperbuat
aku berusaha mengejar minho yang pulang menaiki Bus
bus berangkat setelah aku tiba di sana. Aku berlari mengejar
bus memanggil-manggil nama Minho
Namun usahaku itu tanpa hasil.
Bus pergi begitu saja membawa Minhoku dan juga cintaku pergi jauh.
Aku berdiri terpaku melihat bus yang kian menjauh. Sesalku menumpuk. yang datang terlambat hingga tidak sempat mengatakan maafku pada Minho
Kini aku mulai sadar bahwa tidak ada yang lebih bisa membahagiakanku kecuali dengan kehadiran Minho. Bagaimanapun dia, romantis ataupun tidak dialah orang yang benar-benar aku cintai. Kenangan-kengan indah bersamanya walau tanpa kemesraan saat itu membelaiku dengan rasa yang teramat.
Asaku telah pergi dan itu cuma bisa kulakukan dengan menangis terpekur di tempatku berdiri. Hidupku tidak arti tanpa Minho,
dengan mencintainya apa adanya itu sudah lebih dari cukup. Tidak ada lagi tuntutan untuk dia berubah menjadi Minho yang romantis.
Rasa sesal telah membuatku menyimpan permintaan maaf untuk Minho. Sampai dadaku tersentak merasakan tangan seseorang meraih tubuhku dan memeluknya
Aku sempat kaget
Beberapa detik kemudian aku sadar saat merasakan kehangatan di tubuhku
Aku menatap tajam wajah itu. Mata teduhnya yang selalu membuatku merasa damai jika didekatnya. Kelembutan jiwanya senantiasa menyuguhkan warna indah dalam memoriku dan sungguh tidak ada yang lebih romantis selain dia….
Miane ucapku dalam pelukannya & masih dengan isakan tangisku
Manyesali semua yang kukatan tadi
Minho hanya diam tidak menjawab permintaan maafku
tapi.. pelukannya di tubuhku semakin erat ,
bagiku itu sudah cukup menandakan kalo dia sudah memaafkan ku.
Mulai saat ini detik ini juga aku akan selalu berjanji mencintainya segenap jiwa ragaku & tidak akan pernah menunntut apapun lagi padanya
BAGIKU SELAMANYA LEE MINHO LAH MY BOYFRIEND PALING ROMANTIS TIDAK ADA YG LAIN.
THE END
MIANE KALO JELEK
{ SWEET LOVE STORY }
ONE SHORT
CAST JUST
MINSUN
mobil kami terus melaju menembus kabut putih yg menutupi jalanan sore itu..
pohon” cemara berbaris disepanjang jalan seolah mnyambut kedatangan kami berdua…
daun” nya melambai indah tatkala tertiup angin & udara diluar sana sangat dingin menusuk tulang,
aku tidak sadar kalo pria yg disebelahku sudah lama mmperhatikanku yg sedang asik
terlena menikmati keindahan suasana alam yg indah disepanjang jalan yg kami lewati…
semenit kemudian aku baru tersadar saat dia menarik tubuhku merapat padanya,
dia merangkulku dengan sebelah tangannya sedang tangan yg lain tatap memainkan setirnya,
sayang…sebenarnya kita mau kmn sich??? tanyaku’
akh…. nanti juga km tau, aku yakin km pasti suka’ dia tersenyum kecil,
lalu dia mngecup keningku mesra, dan aku tak mampu brkata apa” lagi,
dia seperti menikmati saat” itu, sorot matanya mengatakan dia senang mmbuatku penasaran”
dan dia sama sekali tak memperdulikan hatiku yg masih bertanya-tanya…
kemudian aku membenamkan kepalaku kedalam pelukannya lebih dalam…
aku bisa merasakan degup jantungnya dan itu membuatku merasa nyaman…
sesaat kemudian mobil kami berhenti disebuah villa yg berada diatas bukit…
kabut gelap mnyelimuti pekarangan villa sore itu….’
lalu aku turun dari mobil, angin dingin menyambutku mesra
berhembus menyibak rambutku yg panjang dan tergerai indah,
aku mencium harumnya udara pegunungan yg sangat sejuk dan lembab…
aku masih terlena dgn pemandangan indah itu,
walau perjalanan yg kami tempuh lumayan jauh, tapi rasa lelah itu mndadak hilang,
setelah melihat nuansa keindahan pegunungan itu seakan-akan membiusku dan rasanya seperti mimpi
tidak lama kemudian muncul seorang haroboji yang kurasa penjaga villa itu,
villa bambu yang mungiL , tapi bentuknya sangat indah dan menawan,
haruboji itu mnghapiri kami & dia menyapa kami dengan sangat sopan & ramah,
Annyeong haseyo doronim… sapanya sambil membungkukkan badanya sedikt
Ne… annyeong sapa balik Minho
haroboji itu lalu membukakan pintu villa
sambil memabawakan tas dan belanjaan yg ada dimobiL,
lalu Minho menggandeng tanganku, sambil berjalan masuk kedalam rumah bambu itu….
sesampainya didalam villa karna kekagumanku bertambah saat didlam villa
sampai tidak mersa aku melepaskan genggaman tangan Minho,
aku berjalan sendiri sekedar ingin melihat-lihat suasana didalam villa bambu yg mungil itu,
villa ini sangat nyaman dan bisa membuat orang betah berlama-lama tinggal disini,
kemudian aku brjalan menuju ruang tengah aku meletakan tas tangan ku diatas meja kayu yg ada dsana,
kulanjutkan berjalan lagi mataku melusuri seisi ruangan dalam villa itu dan aku melihat
beberapa lukisan kuno terpampang dibeberapa dinding ruangan & disudut” villa nya
banyak hiasan unik yg menambah keindahan dan keromantisan villa bambu itu,
karna aku tengah asik melihat-lihat seisi villa aku sampai lupa dimana Minho??
Akh…. mungkin Minho sedang mengurusi barang” dan koper nya yg tadi dibwakan oleh haroboji itu, pikirku’
lalu aku berjalan kebelakang villa, aku melihat ada gazebo mungiL nan indah disana,
beberapa air pancuran kecil yang sengaja dibuat untuk mngisi kolam ikan terus mngalir
dan suaranya bergemericik sangat merdu, sungguh aku tak pernah menduga
Minho membwaku ke tempat yang sangat indah & romantis ini, pikirku
dia membawaku ketempat yg belum pernah aku lihat sebelumnya,
semuanya seperti dalam negri dongeng,
kulihat ada jembatan kecil yg mnyambungkan antara taman dan villa,
karna dibawah jembatan terdapat ada kolam ikan & bunga” teratai yg mngelilinginya,
beberapa pohon pinuz, cemara & bunga” yg kulihat bertebaran disekeliling villa menambah keromantisan tempat itu,
aku ingin melemaskan tubuhku sejenak bersandar pada bantal” kecil yg ada digazebo,
sudah lima menit berlalu, aku masih bersandar, kulihat jam tanganku wktu menunjukan pukul 05:15,
hari sudah mulai sore kabut tipis berwarna putih sudah semakin tebal,
akh….. kenapa aku jadi mengantuk ,,
sesaat aku rileks lalu mataku terpejam rasanya nyaman sekali udaranya pun sangat sejuk,
aku tepis rasa ngantuk itu aku ingin menikmati hawa pegunungan yg begitu harum dan mmbuat pikiranku tenang,
aku mncoba membuka mataku perlahan dan betapa kagetnya aku, Minho sudah ada dihadapanku
bahkan wajahnya cuma berjarak beberapa cm saja dari wajahku
huuuft… hampir saja…lirihku
jantungku mau cuput rasanya, dan yang mmbuat aku kesal Minho hanya tertawa geli menyaksikan aku,
yang terlihat seperti orang kebingungan, aku pukul dadanya yang tegap itu
tapi…. dia malah mendekap erat tubuhku,
aku kaget atas perlakuan Minho yang secara tiba’ memelukku
aku berusaha keras supaya melepas pelukakannya
namun semakin lama pelukannya semakin kuat, percuma aku mngeluarkan seluruh tenaga
untuk lepas dari pelukannya karna genggaman tanganya yang kokoh tak mungkin aku bisa melepasnya,
sesaat kemudian Minho menatap lekat” kedalam mataku tatapannya begitu lembut,
“ lembut sekali…
deg….jantungku berdegup lebih cepat , ingin kucoba menutupinya karna aku takut Minho
tau kalo wajahku sudah berubah ,
aku menundukan kepalaku mencoba bersembunyi dari tatapan matanya yang dapat mnelusuri hatiku,
hanya sesaat setenang air mengalir Minho mngangkat daguku,
lalu dia mngecup bibirku mesra…belum hilang ketekejutanku karna Minho tiba” memelukku tadi, kini keterkejutannku semakin menjadi, karna Minho menciumku dengan tiba .aku hanya terdiam, karna masih shock ,
namun beberpa detik kemudian
aku pun ikut hanyut dalam ciumannya & membalas ciumannya
Bunga” ditaman seakan cemburu melihat kami, burung merpati mngintip diatas sarangnya
asik mlihat dua sejoli yang sedang memadu kasih dalam balutan kabut cinta…
kami terbuai oleh keindahan suasana sore itu dinginnya udara pegunungan yang menusuk tulang,
mmbuat pelukan kami semakin erat,
akh… harum nafasnya, hangat peluknya, membuatku semakin tak berdaya…
entah berapa lama kami berpelukan & masih dengan ciuman kami.
hari sudah mulai gelap, semilir angin surga seakan menyambut malam yang hadir syahdu…
lembut kusentuh wajah Minho, sendu kutatap senyummu, khayalku melapaui batasku
dan anganku melampaui sadarku… nyatakah kamu??? Bisikku dalam hati
aku tak menolak ketika Minho dengan lembut menggendongku masuk kedalam villa bambu yg mungil itu,
hayo…. Mau ngapain masuk kedalam…?
Kita lihat sama” yo.. mereka ngapain, heheheh…
dia membawaku masuk kedalam karna udara diluar sangat dingin…
dia mmperlakukan aku bagai seorang putri raja ketika berada didekatnya, dia slalu memanjakanku, bahkan nada suaranya pun terdengar sangat lembut saat berbicara denganku .
Minho membawaku masuk kesebuah kamar lalu dia merebahkan tubuhku diatas tempt tidur mungiL , diruangan itu
kamar itu hanya diterangi oleh lilin” kecil sehingga sinarnya terlihat temaram, menambah suasana sangat romantis.
Minho menatapku sekali lagi
“ lalu…
semenit kmudian dia mngecup keningku, mataku, hidungku, daguku, lalu berakhir di bibirku
aku seakan hanyut dalam ciuman Minho aku pun memblas ciumannya,
ciuman yang lembut namun tidak mengurangi gairah kami berdua
kami benar” terbuai dalam suasana & nafsu kami yg sudah hampir meledak
dan saat Minho menyelinap tangannya kedalam pakaianku, entah kenapa saat itu kesadaranku datang .
dan aku memetahkan ciuman kami & memalingkan wajahku
aku bangun dan duduk aku mendorong tubuh Minho yang berada di atasku agak kasar,
dia terjatuh dilantai namun ia tidak terlihat marah atau kesal, dia hanya terlihat kaget & heran atas perlakuanku,
minho menatapku masih di posisinya,
dia bangun lalu duduk disamping tempat tidur itu memeluk tubuhku sambil mendekatkan kepalaku kedadanya,
Miane bab , jika sikapku tadi kasar & telah menyakiti hatimu ‘ucap Minho lembut
Bukan seperti itu minho..aa…
tadi aku seperti mendengar suara omma memanggilku.
Hyesun…aa seperti itu
Ya… rasanya begitu jelas, suara omma di pendengaraku ini
dan aku tak bisa berkata apa” lagi. Aku hanya bisa terdiam,sedikit aliran hangat di pipiku
mulai tumpah. Aku menangis, benar” menangis. Lidahku kelu.
hanya air mata yg terus mengalir deras, sesenggukan aku menangis dalam pelukakan minho,
Aku terus menangis.
Minho…aa, taukah kamu, aku tak perduli pada sebuah cinta yang semestinya.
seperti apa cinta yang seharusnya itu? Apakah kata” manis?
Apakah pemberian materi?
Apakah sebuket bunga?
Apakah dan apakah itu?
berapa banyak orang yg mengerti tentang arti cinta yang sebenarnya?
dan bagaimana cinta yang semestinya itu Minho..aa ?
apakah seks??!! Tanyaku
Tidak, bab. Bukan itu yang kumau.
Tadi aku hanya terbawa suasana & nafsu sesaat , tapi… untungnya kita sudah menyadarinya
Cheongmal miane Bab….!
Yang aku mau cintamu saja. Aku mau cintamu walau tak seindah seperti yang semestinya.
Bagiku cintamu sudah cukup membuat aku bernyawa.
Aku beritahu satu hal, aku hnya butuh dirimu, hatimu,kasih sayangmu & kesetiaan. Sebab bila aku telah mempunyai cintamu seutuhnya, aku tidak khawatir lagi. karna Kamu pasti milikku seutuhnya. ‘ucap Minho’
Dan kata”nya mnyejukan hatiku’
ini belum terlambat bagi kami tersadar bahwa cinta bukanlah hanya nafsu, kata manis & sentuhan lembut dari masing” pasangan.
tapi Lebih dari itu, cinta adalah anugerah yg begitu agung & suci yg harus kita jaga kemurniannya .
sampai waktu itu tiba dimana kita bisa melakukannya tanpa keraguan lagi.
“ walaupun….
memag cinta itu butuh pengorbanan. karna jika kita mncintai seseorang maka kita harus rela berkorban.
selama ini Minho mencintai & memperlakukan aku dengan gayanya sendiri,
“ tidak ada aturan,
" namun…
sangatlah indah & melekat dengan kuat. Setidaknya dalam lamunanku & tiap hariku,
aku selalu mengaguminya yang kunilai berbeda
dari lelaki kebanyakan.
dia jarang memberiku kata” manis dan puitis, namun sekalinya itu terjadi,
dia mampu membuat ku berhenti bernafas sesaat.
akh… Minho kamu memang lelaki yang aneh sering mmbuat kejutan yang diluar dugaanku
kau senang membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. mungkin inilah yg dinamkan cinta’
sesaat ruangan itu hening ,sunyi & senyap hanya nada sesenggukan yg samar”
masih terdengar dari mulutku, dan kami masih saling berpelukan
tapi... Tiba” dari luar terdengar suara haroboji tadi. memanggil,
doronim,,, ‘haroboji memanggil Minho dari teras depan villa bambu itu’
ne… .. chankaman” ucap Minho sdikit berteriak kearah pintu’
bab... sebentar yakh… haroboji memanggilku’ kamu jangan nangis lagi aku kan malu
klo haroboji dengar/melihatmu nanti dia kira aku cubitin kamu sampai nangis
ucap Minho sambil tertawa kecil’
lalu dia mngecup keningku, sambil berlalu…
aku hanya tersnyum memblas perlakuannya tadi
setelah kepergian minho aku rebahkan tubuhku karna mersa sedikit lelah & ngantuk
beberpa detik kemudian aku pun tertidur….
kulihat waktu menunjukan pukuL 07;00 malam.aku agak kaget karna tidur lumayan kemalaman,
lalu aku beringsut bangun dari tempt tidur aku pergi kekemar mandi untuk mencuci muka,
stelah aku merapikan baju dan menyisir rambutku, aku sdikit tenang lalu aku brjalan keteras depan.
aku lihat Minho dan haroboji itu sedang membakar ikan’ sangat harumnya menggoda selera’
kenapa habis nangis aku jadi lapar begini yach? Akh… apa hubunganya pikirku’
lapar ya lapar nangis ya nangis ‘ aku jdi tersenyum sendiri sambil memperhatikan Minho yg tengah asik
mengipasi ikan yang sedang dibakarnya, sedangkan haroboji sedangg menyalakan api unggun
dengan membakar beberapa batang kayu agar udara disekitar villa tidak terasa terlalu dingin…’
dan aku pun menyusul Minho & ikut membantu menyiapkan piring & gelas untuk makan malam
juga beberapa batang lilin diatas meja makan,
agar suasana terasa romantis,
tapi…tiba” hp ku berdering
aku lihat dilayar hapeku ‘ MY MOM CALL’ aku tidak tau harus bilang apa aku bingung’
aku janji sama omma tidak pulang terlalu malam walaupun besok hari minggu dan tidak ada acara/kuliah
tapi itu bukan berarti aku boleh tidur diluar rumah.
orangtuaku sangat ketat, apa lagi appa dia sangat tegas ,
mungkin karna aku anak tunggal jadinya mereka sangat ketat dalam pengawasan pergaulanku
kemana aku pergi, dengan siapa, pulang jam berapa semuanya harus jelas.
Baru dapat ijin dari appa .
mungkin mreka takut aku salah jalan & akhirnya mreka juga yg repot’
‘ yebseyo… sapaku
‘ hyesun…aa kamu dimana nak, kenapa jam segini belum pulang??? ’suara omma terdengar sedikit khawatir’
‘ miane… omma hyesun mungkin pulangnya agak malem nich, soalnya aku ada acara makan” sama teman dulu,
terus tadi sore jalanan juga macet total jdi aku tidak bisa pulang cepat, jelas hyesun sama ommanya
omma…., appa marah tidak kalo aku terlambat pulang??tanayku ragu
‘appa sudah tau kamu pergi sama Minho jadi dia tidak terlalu khawatir karna appa tau
Minho anaknya baik’ jadi dia pasti menjagai kamu & mengantar kamu dengan selamt
“ jawab omma hyesun..
ya sudah ingat pesan omma jaga diri kamu baik” ya sayang’
‘iyach berez
Gomawo, omma baik dech mmmmuuach..udah dulu ya mah bye’
Aku mengakhiri pebincanganku’ hatiku sedikit lega karna tidak bakal kena marah sama appa’
aku bersender pada jendela yg mnghadap kesamping villa’ sambil melihat bulan tanpa bintang yang
brsembunyi dibalik awan selewat kudengar suara burung hantu dan suara kodok dari kolam teratai’
agak merinding bulu kudukku mendengarnya walaupun tidak jelas’
akh… kutepis rasa itu’ dan tiba”
Bab…. kamu ngobrol sm siapa tadi?? Lagi” Minho mengagetkanku’
uhhf…sayang kebiasaan dech bikin aku kaget ’ ucapku’ sembil mengelus dada’
miane ’ aku kan tidak tau kalo kamu kagetan orangnya’ yang aku taunya kamu itu penakut
ucap Minho sambil tersenyum’
sayamh pulang yuks….
Tadi omma telpon katanya kita harus sampe rumah sebulum jam 12 malem’
kalau tidak pulang sekarang habislah riwayat kita, karna tidak akan ada ijin lagi dari appa
untuk pergi tamasya berdua’ ucapku’
iya… tapi kita makan dulu yakh…! Kasian haroboji sudah cape” bakar ikan buat kita’
ehmm… sahutku
kacha... minho menggenggam tanganku membwaku ke meja makan yang
sudah siap dengan hidangan ikan bakar tadi.
tidak lupa sebotol anggur menemani makam malam kami yang romantis ini.
di tengah kami asik menikmati hidangan
tiba" aku teringat sesuatu yang mungkin sudah dari tadi siang membuatku penasaran
untuk menanyakannya.
sayang boleh aku bertanya sesuatu..?
tentu saja... sejak kapan aku melarang kamu bertanya" sahut Minho sambil tersnyum
sayang... sebenarnya ini villa siapa sich??? Dan haroboji itu siapa?? tanyaku’
oh... jadi ini pertanyaanya..? aku kira kamu bakal menanyakan kapan kita menikah,
canda minho....
Ge'er banget kamu " sahutku
ini villanya ajusshi dongseng appa,
dulu sich… waktu villa ini baru dibangun keluarga kami sering sekali menginap disini,
tapi… mungkin karna keseringan kemari lama” mereka bosan juga,
dan sekarag karna ajusshi & keluarga semuanya pada sibuk
dan banyak juga yang sudah pindah keluar negri & tinggal disna jadi jarang meraka kesini,
Cuma seskali aja mereka kesini itu pun kalo ada acara keluarga ,
villa ini dijaga sama haroboji dan istrinya dia tinggal di sebrang villa
tuch… rumahnya keliatan dari sini’
Minho menunjuk ke sebuah rumah kecil dibawah rumpun bambu yg agak jauh disebrang villa’
Haroboji kerja disini sudah puluhan tahun bisa di bilang kepercayan keluarga juga buat mengurus villa ini.
“ dia masih punya lima anak yang luamyan masih perlu banyak biaya,
kamu kenalan sendiri deh, kalo mau tahu lebih detail lagi’
Minho tersenyum nakal sambil mengerlingkan matanya’
Ichhh….. sayang ko ketus gitu sech ngomongnya’ aku pura2 kesal smbil mencubit perutnya’
bangun dari tempat dudukku
" lalu...
aw… please bab jangan geli nih,,,,!
km kan tau aku paling tidak kuat kalau dikelitikin’ dia memelas”
sejam kemudian setelah makan malam selesai’ aku ber siap” untuk pulang’
aku lihat Minho memberikan beberapa lembar uang pada haroboji itu’
kasian sekali haroboji itu di usianya yang sudah tua itu dia msih harus bekerja keras’
anaknya pun masih kecil” yg butuh banyak biaya,
kadang aku berpikir hidup ini memang kejam kadang tak adiL,
orang yang sudah kaya malah di beri kekeyaan lagi.
tapi... sebaliknya orang yang miski/hidup mereka yang susah & pas"an
malah di beri begitu banyak cubaan hidup
andwee… kenapa aku punya pikiran seperti itu ?
tuhan pasti punya rencana lain di balik semua itu
oh… tuhan miane atas pikiraku tadi
tapi…. kadang orang kaya lebih banyak mengeluh daripada bersykur
tidak seperti mereka yg hidup seadanya
lebih mensyukuri apa yg telah diberikan Tuhan kepada umatnya’.
Minho & aku masuk ke mobil kami pun mulai meninggal villa itu yang penuh dengan kenangan
walau pun Cuma kunjungan singkat.
Mobil kami semakin jauh pergi meninggalkan villa membelah dinginnya malam
meninggalkan kota nan indah yg penuh dgn kenangan.
___ THE END ___
IDE DATANG WAKTU AKU BERKUNJUNG DI SEBUAH RUMAH UNIK
MILIK TEMANKU.
MIANE KALO MEMBOSANKAN
{ love and friend }
ONE SHORT
Cast
Lee minho
Go hyesun
Cho shiwon
Yoona
‘’sahabatku minho entah kemana?
Mall, bioskop ataupun perpustakaan, bukan tempat yang aku suka, apalagi mesti pergi sendirian.
mmm…Pantai.
dan tak aneh jika aku pergi sendirian.
Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. appa dan omma lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.
Terik panasnya matahari masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore.
Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas
meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit.
Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama
ataupun yang sudah tak layak dikendarai.
Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran,
bahkan untuk membeli jajan pasar.
Walaupun tak seorang yang menghampirinya,
namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat,
dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arah mereka.
Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan minho.
Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu.
Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.
Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini.
Tapi….! akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.
“Minho….aa!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.
“Anda siapa?” tanya minho pura-pura tak mengenalku.
“Minho…aa.! Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.
untuk apa kamu kemari ? tanya minho
belum sempat aku menjawab pertanayannya "minho sudah memotongnya
“Sudahlah, hyesun, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.
aku benar" kaget dengan ucapannya
“minho……knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya.
Namun bayangan minho semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.
Minho, Shiwon dan aku adalah sahabat karib dari kecil.
Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap minho adalah sahabat terbaikku,
Tapi…..! minho punya rasa berbeda dari persahabatan kami.
Yang aku cintai adalah shiwon. Ini yang membuat minho menjauhiku.
Tapi….! yang shiwon cintai bukan aku, tapi….! yoona, teman sekelasnya.
Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!
Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak,
tapi…! bukankah cinta tak mungkin dipaksa?
Tak mendapatkan cinta shiwon, tak membuatku menjauh darinya,
tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas,
kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali,
orang yang shiwon cintai bukan aku tapi…! orang lain.
Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat .
Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia,
baik bersama kita atau tidak?
Tapi tidak dengan minho, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi,
aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.
Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama.
Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.
ENDFLASHBACK
***
Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini.
Berharap bisa melihat sosok Lee minho lewat disekitar sini lagi.
Tapi,.. minho hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.
Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi.
Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau minho ada di sekitarku.
Kubalikan kepala, kulihat sosok minho setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku.
Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku ingin tahu dimana dia berada sekarang.
Akhirnya kulihat minho, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus ,
sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.
“Knapa minho lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”
”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”
”Knapa semua ini dia lakukan?”
“Knapa?”
Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.
Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku,
dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada minho.
Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.
Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.
“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.
Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat minho pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.
“minho…aa boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.
“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.
Tanpa bicara, minho mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk..
Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi.
Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman.
Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.
“minho, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.
Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. minho tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut.
Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya.
Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya
dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.
Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung.
Aku benar-benar terharu dengan semua yang minho lakukan.
Begitu besar cinta minho buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu,
apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?
‘’’Awalnya minho kaget,
Namun beberpa detik kemudian, akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi ,
seakandia ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.
Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing
selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya
dan akhirnya minho mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering
dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya.
Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening,
membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.
***
Sekarang minho sudah tahu, shiwon sudah bersama yoona.
Kami sekarang menjadi 4 sekawan. yoona juga telah menjadi anggota genk kami.
Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, yoona adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat.
Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.
“Minho , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat minho mengungkit masalah ini lagi.
“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun.
Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta .
Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar
Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.
Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama,
ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana minho.
Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.
***
Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan minho mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku.
Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.
Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.
Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Lee minho.
Minho melamar aku di akhir tahun & aku menerimanya karna sudah tidak ada lagi
alsan bagi aku untuk menolaknya.
Kami pun melangsungkan pernikahan di salah satu gereja secara sederhana,
yang hanya di hadiri keluarga & sahabat terdekat kami.
Setalah upacara pemberkatan pernikahan kami, minho mengularkan sebuah kotak kecil dari saku
Jasnya yang berisi 2 buah cincin yang sederhana
tpi…! Tidak mengurangi ke’indhan cincin itu.
Setelah menyematkannya di jari manisku, minho memberikan satu cincin lagi kepadaku,
Aku pun menymabut & melakukan hal yang sma menymatkannya cincin tersebut di jari manisnya.
Pedeta kemudian berkata , sekarang di persilahkan pengatin pria untuk mencium pengatin wanitanya..
Disinilah kegugupan mulai kurasakan karna selama kami menjalani hubungan kami belum pernah sekali pun melakukan ciuman mulut,
karna minho sangat mengharga’i/menghormati Seoranga perempuan baginya akan lebih indah kalo kita melakukannya nanti setelah semuanya resmi.
Aku masih berdiri mematung di depannya minho mulai menundukkan wajahnya kea rah bibirku, perlahan aku memajamkan mataku , kemudian aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut mulanya, tpi…! Beberapa detik kemudian ciumannya berubah dengan sedkit lumatan, terdengar tepukan tangan dari tamu” yg menghadri acara pernikahan kami.
Sekitar 5 menit ciuman berlangsung , minho pun menyudahinya tapi…! sebelum dia menjauh dari wajahku dia membisikkan sebuah kata di telingaku SARANGHE YEOPO . J
Sekarang minho bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang suami sekaligus sahabat sejati dalam hidupku.
Sekian dulu ya ff one short aku yg geje ini, semoga aja kalian menyuka’inya J
Langganan:
Komentar (Atom)






